Medical Claim

Produk perawatan tidak hanya untuk merawat kulit tapi juga perlu memperhatikan aspek keamanan penggunaan yang didukung dengan beberapa pengujian pada produk tersebut.

GENOMIC COSMETIC

Pemeriksaan human genom yang terkait dengan masalah kulit, dapat diketahui seberapa rentan seseorang untuk memiliki masalah kulit selama hidupnya. Dengan memanfaatkan skin DNA genomic testing mampu menganalisis bagaimana genetika mempengaruhi karakteristik kulit seperti hidrasi, elastisitas, dan kapasitas antioksidan yang memainkan peranan penting dalam proses penuaan kulit. Tujuan dari skin DNA Genomic test ini adalah melakukan klasifikasi pada setiap penanda (SNPs) berdasarkan serangkaian polimorfisme ganda yang terkait dengan sifat kulit tertentu untuk memberikan perawatan kulit yang dipersonalisasi sebagi terapi anti aging dan memudahkan antisipasi pencegahan kelainan kulit yang dapat terjadi.

HYPOALLERGENIC – DERMATOLOGICALLY TESTED

Hypoallergenic adalah istilah yang biasanya dipakai untuk menyatakan bahwa kandungan yang terdapat pada suatu produk tersebut tidak rentan menyebabkan alergi atau iritasi dengan menggunakan bahan baku seminimal mungkin yang beresiko menimbulkan reaksi alergi. Sedangkan Dermatologically tested merujuk pada produk yang sudah diuji ke kulit manusia oleh sekelompok ahli dermatologi.

Kulit sensitif memiliki reaksi berlebih terhadap faktor tertentu, yakni hal-hal yang bisa menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit, bisa berupa bahan kimia atau bahkan udara. Memiliki kulit sensitif menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam memilah produk skincare yang tepat bagi kulit. Skincare dengan kandungan yang tidak tepat, bisa menyebabkan kulit menjadi perih bahkan memerah karena iritasi.

SPF & PA TESTING BLUE LIGHT PROTECTION

Nilai SPF dan PA pada produk sunscreen menjadi tanda bahwa produk ini memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV), baik UVA dan UVB yang berpotensi memicu terjadinya kanker kulit. SPF (Sun Protection Factor) adalah pelindung kulit dari sinar UVB.Sedangkan PA (Protection Grade of UVA) adalah pelindung kulit dari sinar UVA yang dapat menembus hingga ke dalam kulit dan mempercepat penuaan sel-sel kulit (photoaging).

SPF umumnya diikuti dengan angka yang menjadi kode seberapa besar perlindungan yang diberikan kepada kulit. Istilah ini merupakan sistem penilaian yang dibuat di Jepang, dimaksudkan untuk memberi informasi kepada pengguna sunscreen tentang perlindungan yang diberikan dari sinar UVA. Sistem peringkat pada PA (yang ditulis dengan simbol +) diadaptasi dari metode Persistent Pigment Darkening (PPD), sistem yang dikembangkan oleh Jepang untuk melihat seberapa besar perlindungan kulit yang diberikan dari sinar UVA yang dampaknya baru terlihat di kemudian hari karena kerusakan biasanya timbul dari dalam, berbeda dengan UVB yang dampaknya langsung terlihat pada kulit. Hingga saat ini,  tingkat PA diklasifikasikan menjadi 4 golongan yaitu PA+, PA++, PA+++, dan PA++++.

CRUELTY FREE

Produk yang dianggap cruelty free tidak hanya karena saat ini produsen tidak melakukan pengujian pada hewan baik bahan (komponen) atau produk akhir (produk jadi) untuk saat ini dan di masa yang akan datang. Sebagian aktivis yang lebih ketat menekankan bahwa cruelty free juga harus berarti tidak melibatkan produk hewani yang dapat menyebabkan perburuan hewan atau bahkan menyebabkan kepunahan.

EWG CERTIFIED

Sebelum menggunakan produk skincare harus mengetahui semua bahan yang terkandung dalam produk. Banyak bahan produk skincare yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada kulit. Upaya pencegahan dan penanggulangan penggunaan bahan kimia berbahaya pada kosmetik seringkali disebut dengan istilah safe cosmetics, yang bermaksud untuk mengetahui bahan dasar kosmetik yang aman sehingga tidak akan membahayakan kesehatan penggunannya.

Scroll to top